(Jurnal)
IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
IMPLEMENTASI KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL
TEACHING AND
LEARNING (CTL) PADA MATA
PELAJARAN MATEMATIKA
POKOK BAHASAN
STATISTIK DAN STATISTIKA DI SMA
NEGERI 26 JAKARTA
Sadono, Kana Hidayah Lulus Tahun 2005
Dosen Pembimbing Moh. Ardhi, M.Pd
Denny Novianto (5215083395)
Denny Novianto (5215083395)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pelaksanaan pembelajaran Matematika pokok bahasan Statistik dan Statistika
berdasarkan kurikulum berbasis kompetensi dengan pendekatan CTL, peningkatan
atau perubahan yang terjadi, berbagai kendala yang dihadapi, serta usaha-usaha
yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala tersebut.
Penelitian tindakan kelas (classroom action research) dilaksanakan
dalam 2 siklus dengan subjek penelitian siswa kelas II SMA Negeri 26 Jakarta
tahun pelajaran 2004/2005 pada satu kelas yang dipilih secara acak. Siklus I
dilaksanakan dalam 6 pertemuan dan siklus II dalam 4 pertemuan. Kegiatan siklus
I meliputi perencanaan, tindakan, monitoring, refleksi, evaluasi, dan tindak
lanjut. Kegiatan siklus II merupakan tindak lanjut dan modifikasi dari siklus
I. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal ulangan harian,
tugas-tugas individu dan kelompok, lembar observasi pembelajaran, dan angket respons
siswa terhadap proses pembelajaran.
Kata Kunci : pembelajaran Matematika Pokok bahasan statistik dan statistika dengan
pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siswa SMA Negeri 26
Jakarta.
A. Latar Belakang
Kurikulum Berbasis Kompetensi
(KBK) adalah kurikulum yang dikembangkan dengan prinsip mampu beradaptasi
dengan berbagai perubahan dan pengembangannya melalui proses akreditasi yang
memungkinkan mata pelajaran dimodifikasi. Oleh karena itu, KBK merupakan
kurikulum yang paling cocok dengan tahap perkembangan kondisi pendidikan di Indonesia
sekarang ini. Salah satu pendekatan yang populer dianjurkan pada kegiatan
pendidikan berbasis kompetensi adalah Contextual Teaching and Learning (CTL).
CTL direkomendasikan para ahli pendidikan diantaranya karena mampu mengatasi
berbagai kelemahan dalam kegiatan pembelajaran di Indonesia saat ini.
Berbagai kelemahan tersebut adalah: (1)
sebagian besar waktu belajar sehari-hari di sekolah masih didominasi kegiatan
penyampaian pengetahuan oleh guru, sementara siswa 'dipaksa' memperhatikan dan
menerimanya sehingga tidak menyenangkan dan tidak memberdayakan siswa; (2)
materi pembelajaran yang bersifat abstrak-teoretis-akademis jarang dikaitkan
dengan masalah-masalah yang dihadapi siswa sehari-hari; (3) penilaian hanya
dilakukan dengan tes yang menekankan pengetahuan dan kurang menilai kualitas
dan kemampuan belajar siswa yang autentik pada situasi yang autentik; dan (4)
sumber belajar masih terfokus pada guru dan buku, sedangkan lingkungan sekitar
belum dimanfaatkan secara optimal (Jumadi, 2003:1).
Persoalan
yang muncul sekarang adalah bagaimana guru Matematika menemukan cara untuk
menyampaikan materi yang diajarkan agar siswa dapat mengingat konsep tersebut
lebih lama di benaknya. Selain itu, dalam kondisi tertentu siswa siap
mengkombinasikan pengetahuan yang ada dalam benak pikirannya untuk
menyelesaikan masalah di dalam kehidupan riil. Berdasarkan uraian di atas,
penelitian ini dilakukan untuk mengungkap implementasi Kurikulum Berbasis
Kompetensi (KBK) dengan pendekatan CTL pada mata pelajaran Matematika SMA.
Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 26 Jakarta .
Mengingat adanya berbagai keterbatasan,
penelitian difokuskan pada salah satu pokok bahasan yang sangat berhubungan
dengan kehidupan sehari-hari para siswa, yakni Statistik dan Statistika.
Permasalahan yang diajukan
dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) bagaimanakah pelaksanaan
pembelajaran Matematika SMA pokok bahasan Statistik dan Statistika berdasarkan
KBK dengan pendekatan CTL?; (2) peningkatan atau perubahan apa sajakah yang
terjadi?; (3) bagaimana respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang
dilakukan?; (4) kendala apa sajakah yang dihadapi selama proses pembelajaran?;
dan (5) usaha apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut?
Secara umum, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana implementasi KBK dengan pendekatan
CTL pada mata pelajaran Matematika pokok bahasan Statistik dan Statistika di
SMA. Sedangkan hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaat bagi: (1) para
guru, sebagai pertimbangan dalam melakukan inovasi pembelajaran; (2) para
siswa, sebagai informasi tentang pentingnya mendiagnosa kelemahan diri sendiri
untuk kemudian mencari penyelesaiannya; (3) sekolah, sebagai masukan untuk
mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan mutu proses dan hasil
belajar siswa; (4) peneliti lain, sebagai tambahan wawasan dan acuan dalam
melakukan penelitian yang sejenis.
B. Kajian Pustaka
1. Pembelajaran Matematika
Berbasis Kompetensi
Pembelajaran
berbasis kompetensi adalah program pembelajaran dimana hasil belajar atau kompetensi
yang diharapkan dicapai oleh siswa, system penyampaian, dan indikator
pencapaian hasil belajar dirumuskan secara tertulis sejak perencanaan dimulai
(Urlwin, 2002: 19). Profil kompetensi lulusan SMA meliputi aspek afektif, aspek
kognitif, dan aspek psikomotorik. Hal-hal yang perlu mendapat penekanan dalam
pembelajaran Matematika berbasis kompetensi antara lain adalah: (1)
pembelajaran berbasis kompetensi selalu mengacu pada kompetensi tertentu yang
perlu dicapai siswa; (2) perlu selalu dipertahankan sifat khusus 'Pendidikan
Berbasis Kompetensi' (PBK) yaitu bahwa pembelajarannya menuntut siswa
mengerjakan tugas di samping berpartisipasi dalam kegiatan lain; (3) diusahakan
keterpaduan antara pengetahuan dan keterampilan; (4) pembelajaran meliputi
usaha belajar tuntas; (5) kecepatan belajar siswa ditentukan sendiri oleh siswa;
(6) segala pendekatan yang mungkin, khususnya yang sesuai dengan kondisi siswa
atau kondisi kelasnya, perlu diterapkan; dan (7) penilaian dilakukan dangan
mengukur ketercapaian kompetensi-kompetensi yang sudah dirancang dalam
kurikulum. (Suryanto, 2003:2-3)
Berdasarkan Kurikulum
Berbasis Kompetensi, tugas guru Matematika antara lain: (1) meyakinkan siswa
dan orang tua siswa bahwa Matematika memang diperlukan orang; (2) mengusahakan
agar siswa mau dan senang belajar Matematika; (3) membantu siswa untuk memperoleh
kompetensi dalam Matematika dengan memberikan pengalaman sendiri; (4) menggunakan
pendekatan yang sesuai dengan gaya
dan kecepatan siswa dalam belajar. (Suryanto, 2003:4)
2. Contextual Teaching
and Learning (CTL) dalam Pembelajaran Matematika
Pembelajaran kontekstual
atau Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah konsep pembelajaran yang
membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata
siswa dan mendorong dan membantu siswa mengetahui hubungan antara pengetahuan
yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.
Karakteristik pembelajaran berbasis CTL adalah: kerjasama, saling menunjang,
gembira, belajar dengan bergairah, pembelajaran terintegrasi, menggunakan
berbagai sumber, siswa aktif, menyenangkan, tidak membosankan, sering bersama
teman, siswa kritis, dan guru kreatif. (Berns, Robert G, and Eicson, Patricia
M, 2002: 46)
Dalam
pembelajaran kontekstual, peran guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya.
Guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas
guru adalah mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk
menemukan sesuatu yang baru bagi siswa. Sesuatu yang baru yakni pengetahuan dan
keterampilan datang dari menemukan sendiri bukan dari apa kata guru.
C. Metode Penelitian
1. Pendekatan
Penelitian ini dilakukan
dengan menggunakan pendekatan tindakan kelas (classroom action
2. Subjek dan Objek
Penelitian
Subjek penelitian adalah
siswa kelas II SMA Negeri 26 Jakarta. Objek penelitian meliputi
seluruh proses pembelajaran dan hasil belajar siswa.
3. Rencana Tindakan
Penelitian ini dilaksanakan
dalam dua siklus. Siklus I dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
perencanaan, tindakan, monitoring, refleksi, evaluasi, tindak lanjut. Tindakan
pada siklus II merupakan modifikasi dari tindakan yang diberikan pada siklus I
dengan memperhatikan hasil evaluasi.
4. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan
dalam penelitian ini meliputi: (1) bentuk tes seperti: kuis, pertanyaan lisan,
ulangan harian, tugas individu, dan tugas kelompok; dan (2) bentuk non tes
yakni bentuk instrumen yang berupa angket respons siswa dan lembar observasi
kegiatan pembelajaran.
5. Pengumpulan dan Analisis
Data
Pengumpulan data dilakukan
pada saat proses pembelajaran berlangsung dalam keseluruhan siklus yang
digunakan untuk menjawab permasalahan yang diajukan.
D. Pembahasan Dan Hasil
Penelitian
1. Deskripsi Hasil Penelitian
a. Hasil Kegiatan
Pembelajaran Siklus I
Kegiatan pembelajaran pada
siklus I ini dilakukan peneliti dengan memanfaatkan beberapa tempat antara
lain: ruang kelas, area parkir sekolah, ruang UKS, perpustakaan serta ruang laboratorium
komputer dan internet. Adapun pertemuan kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dalam
enam pertemuan dengan pertemuan keenam adalah pelaksanaan ulangan harian I.
Berdasarkan hasil observasi
diperoleh bahwa pada awalnya siswa masih belum aktif dan suasana kelas belum
kondusif walaupun guru sudah memberikan informasi mengenai pendekatan dan
metode yang akan digunakan. Kondisi ini secara perlahan berubah seiring
dilaksanakannya kegiatan yang dibuat bervariasi.
Hasil belajar siswa pada aspek
kognitif diperoleh rata-rata nilai 77,82, pada aspek afektif dengan kriteria
baik (A) ada 35 siswa (77,78%) dan kriteria cukup (B) ada 10 siswa (22,22%),
dan pada aspek psikomotorik dengan kriteria baik (A) ada 43 siswa (95,56%) dan
kriteria cukup (B) ada 2 siswa (4,44%). Berdasarkan seluruh temuan selama
siklus I, terdapat beberapa masukan untuk lebih baiknya kegiatan pada siklus
II. Berbagai masukan tersebut antara lain adalah: dikuranginya kegiatan di luar
kelas, lebih diperbanyak diskusi, lebih banyak latihan sosial, dan tidak
terlalu banyak tugas.
b. Hasil Kegiatan
Pembelajaran Siklus II
Kegiatan pembelajaran pada
siklus II dilaksanakan mengacu pada perancanaan pembelajaran yang telah disusun
dengan berbagai perubahan mengingat dan mempertimbangkan berbagai masukan dari
siklus I.
Kegiatan pembelajaran pada
siklus II dilakukan dalam empat pertemuan dengan pertemuan keempat adalah
pelaksanaan ulangan harian II. Kegiatan pembelajaran pada siklus II ini juga dilakukan
peneliti dengan memanfaatkan beberapa tempat selain ruang kelas seperti
perpustakaan dan laboratorium komputer dan internet.
Berdasarkan hasil refleksi
siklus II diperoleh bahwa siswa merasa sangat senang dan nyaman dengan
pembelajaran yang dilakukan dan mengharapkan agar metode pembelajaran ini
diterapkan lagi untuk pembelajaran selanjutnya. Adapun bagi guru, kegiatan yang
dilakukan terasa efektif dan efisien baik dari sisi waktu maupun ketercapaian
standar kompetensinya, serta peran guru sebagai fasilitator menjadi lebih baik.
Adanya penilaian yang menyeluruh terasa semakin manusiawi dan mampu mengungkap
kompetensi yang telah dicapai para siswa.
Hasil belajar siswa pada
aspek kognitif diperoleh rata-rata nilai 81,11, pada aspek afektif dengan
kriteria baik (A) sekitar 36 siswa (80%) dan kriteria cukup (B) ada 9 siswa
(20%), dan pada aspek psikomotorik dengan kriteria baik (A) ada 42 siswa (93,33%)
dan kriteria cukup (B) ada siswa (6,67%).
Berdasarkan pengalaman dan
hasil yang diperoleh selama kegiatan pembelajaran, sebagaimana pada siklus I,
maka pada siklus II ini terdapat masukan dari para siswa yang perlu
diperhatikan dan dipertimbangkan yakni digunakannya pendekatan dan metode
pembelajaran seperti yang telah dilaksanakan pada pembelajaran-pembelajaran
materi berikutnya. dan kreatif,
c. Perbandingan
Hasil Belajar Siswa
Perbandingan hasil belajar siswa
antara siklus I dan II menunjukkan adanya peningkatan pada aspek kognitif yakni
sebesar 3,29. Demikian juga untuk aspek afektif.
E. Kesimpulan Dan Saran
1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian
dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
a) Pelaksanaan pembelajaran
Matematika SMA pokok bahasan Statistik dan Statistika berdasarkan KBK dengan
pendekatan CTL lebih efektif.
b) Peningkatan atau perubahan
yang terjadi selama proses pembelajaran berkaitan dengan hasil belajar siswa
dan perubahan cara belajar ke arah yang lebih baik.
c) Respons siswa terhadap
kegiatan pembelajaran yang dilakukan sangat positif dan para siswa mengharapkan
digunakannya model pembelajaran berbasis kompetensi dengan pendekatan CTL ini
untuk kegiatan pembelajaran pada materi-materi selanjutnya.
d) Kendala yang dihadapi dalam
proses pembelajaran meliputi kemampuan siswa yang beragam, jumlah siswa yang
banyak (45 orang), siswa belum terbiasa, dan secara administrasi tugas guru bertambah
banyak.
e) Berbagai usaha yang dapat
dilakukan untuk mengatasi kendala antara lain adalah melibatkan lebih dari satu
guru atau instruktur. Jika tidak memungkinkan guru harus betul-betul kreatif
mengelola kelas. Perlu adanya kesepakatan dengan siswa agar tertib dan kalau
perlu ada sanksi bagi yang tidak tertib. Dan tidak menangguhkan penyelesaian
administrasi setelah seluruh materi selesai dipelajari siswa.
2. Saran
Saran-saran yang diajukan dalam
penelitian ini antara lain:
a) Kepada para guru Matematika,
marilah terus melakukan inovasi pembelajaran.
b) Kepada para kepada sekolah,
berbagai inovasi guru dalam pembelajaran kiranya perlu disambut dan direspons
dengan baik dan positif.
Daftar Pustaka
Ary,
Donald; Jacobs, Lucy Cheser; Razavieh, Asghar. 1985. Introduction to Research
in Education. New York :
CBS College Publishing.
Berns, Robert G, and Ericson,
Patricia M. (2002). Contextual Teaching and Learning.
http//nccte.com/publication/infosynthesis/highlighzone/highligh05/highligh05-ctl.html.
Blanchard, Alan. (2001).
Contextual Teaching and Learning. B. E. S. T. USA.
Departemen
Pendidikan Nasional (2002). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta : Depdiknas.
Jumadi.
(2004). Ringkasan Materi Pembelajaran Kontekstual (CTL) dan Implementasinya
(Makalah). Disampaikan pada workshop Sosialisasi dan implementasi kurikulum
2004 di Madrasah Aliyah 19-24 Januari 2004.
Urlwin,
Trevor (2002). Presentation on the Seminar on Competensi Based Curriculum. Jakarta .